Nasihat Gubernur Jatim Kepada Penerima Dana Desa Tahap I 2020


Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa
Surabaya | Penyaluran Dana Desa tahap I telah selesai dilaksanakan, adapun penerima dana desa tahap I 2020 mendapat perhatian dan peringatan dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Beliau mengingatkan penerima dana desa tahap pertama 2020 untuk merealisasikan dana desa pada kegiatan padat karya tunai, sebab hal itu sangat membantu ketahanan Ekonomi Desa. Karena didalam Kegiatan Padat Karya Tunai terdapat perputaran uang, daya beli meningkat dan lapangan pekerjaan.

"Padat karya tunai desa itu tenaga kerjanya diprioritaskan pada kelompok miskin, setengah penganggur, dan penganggur, sehingga daya beli masyarakat desa naik," kata Khofifah, usai rapat kerja percepatan penyaluran dan pengelolaan dana desa tahun anggaran 2020, di Gedung Jatim Expo Surabaya, Selasa (25/2/2020).

Menurut Khofifah, padat karya tunai sangat penting dan dapat berguna sebagai instrumen percepatan kesejahteraan sosial masyarakat desa. Selain itu juga  sebagai antisipasi terkait adanya dinamika dampak perang dagang antara Amerika dan China. Adapun Jawa Timur sendiri pada 2020 menerima dana desa sebesar Rp 7,654 triliun, naik sekitar Rp 213 miliar dari Rp 7,441 triliun di tahun 2019. Jumlah tersebut akan disalurkan kepada 7.724 desa. yang artinya setiap desa nantinya akan menerima Rp 700 hingga Rp 1 miliar.

Khofifah menambahkan bahwa Penyaluran Dana Desa tahap pertama sebesar Rp 40 persen ini dijadwalkan rampung sebelum Juni 2020.

Masih kata Khofifah, Program dana desa juga diharapkan bisa menghapus status desa tertinggal di Jawa Timur yang tercatat masih ada 365 desa, mengentaskan kemiskinan yang juga masih relatif tinggi di Jawa Timur.

"Dana desa juga bisa menjadi stimulus peningkatan status desa mandiri dan berkembang, dan semoga juga bisa menjadi penunjang pengentasan kemiskinan yang sampai sekarang masih tinggi" pungkasnya.

Benar saja, ketika melihat Hasil konsolidasi data dengan BPS pada Januari 2020 lalu, kemiskinan di pedesaan daerah Jawa Timur masih 14,16 persen, sementara di kemiskinan di perkotaan 6,77 persen. (ba/ip)

Posting Komentar

0 Komentar