Banjir Bandang Terjang Kecamatan Ijen Lagi, Ini Kata Warga Terdampak.

Salah Satu Permukiman Warga yang terdampak banjir bandang (14/02/2020)
Bondowoso | Ratusan permukiman warga di beberapa desa di Kecamatan Ijen. Kabupaten Bondowoso kembali diterjang Banjir Bandang pada sabtu (14/03/2020) siang waktu setempat.

Salah seorang warga setempat mengatakan bahwa banjir bandang yang terjadi saat ini lebih parah dan luapan airnya mampu menggenangi lebih banyak permukiman warga desa.

"Yang sekarang ini lebih besar dari kejadian yang tempo hari itu. Yang tergenang lebih banyak," kata Misnadar, warga Desa Sempol, Ijen, Sabtu (14/3/2020).

Misnandar juga menyebut bahwa luapan banjir saat ini seolah-olah membuat jalur baru. Karena menurutnya ada beberapa kawasan yang pada saat diterpa banjir sebelumnya tak terdampak juga menjadi jalur luapan bahkan lebih banyak daripada saluran sungai dan sekitarnya.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Ijen, Saudia Yourdan mengatakan bahwa tak hanya Desa Sempol yang diterjang banjir bandang, Desa Kalisat yang juga berada di wilayah kecamatan Ijen juga terdampak banjir bandang yang diduga terjadi akibat hujan yang turun dengan lebatnya di daerah atas atau sekitar Gunung Suket sejak siang tadi.

"Selain Desa Sempol, juga Desa Kalisat. Banjir saat ini memang lebih besar. Tapi terbantu adanya bronjong-bronjong di sekitar aliran sungai yang sudah dibuat," jelas Yordan.

Meski begitu, lanjutnya. Banjir bandang tersebut tetap berdampak ke perumahan warga. Bahkan saat ini dampaknya lebih luas dan banyak perumahan warga Sempol yang terdampak. Kendati belum ada laporan adanya korban jiwa.

Meski begitu, pihaknya saat ini sedang melakukan pendataan di dua desa terdampak banjir bandang tersebut yang sebelumnya juga terjadi pada 29 Januari 2020 lalu.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, Kukuh Triyatmoko mengatakan bahwa akibat banjir bandang yang kembali melanda Kecamatan Ijen ini diperkirakan sekitar 300 rumah warga yang terdampak.

"Sementara rumah terdampak banjir bandang kami perkirakan ada sekitar 300, tapi itu data sementara, karena kami bersama petugas lainnya masih akan melakukan pendataan," tandas Kukuh. (bil/ip)

Posting Komentar

0 Komentar