FA-3 Sebut TKSK Batang-Batang Tak Profesional, Kenapa?

Imam Arifin, Direktur Forum Analisis dan Advokasi Anggaran (FA-3)
Sumenep | Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Batang-Batang Kabupaten Sumenep terindikasi telah melakukan banyak pelanggaran regulasi terkait dengan pelaksanaan Program Sembako Kementerian Sosial (Kemsos) Republik Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Forum Analisis dan Advokasi Anggaran (FA-3), Imam Arifin saat di konfirmasi berandajatim.com

"Kami menemukan beberapa pelanggaran regulasi yang dilakukan TKSK Batang-Batang," kata pria yang karib dengan sapaan Imam Bongkar ini pada Selasa (3/3/2020).

Berdasarkan hasil investigasi, pihaknya berhasil menemukan setidak-tidaknya ada 2 pelanggaran fatal yang dilakukan oleh TKSK Batang Batang.

"Pertama, TKSK Batang-Batang mengintervensi agen untuk menolak KPM dari desa lain," lanjut aktivis PMII Jatim ini sambil menunjukkan pesan whatsapp TKSK dalam sebuah grub.

Padahal, sambung Imam, dalam mekanisme bantuan sembako tersebut KPM diberikan pilihan dan kendali untuk membelanjakan bantuan di agen mana yang dikehendaki.

"Itu secara tidak langsung mengekang KPM untuk membelanjakan bantuan Program Sembako di agen tertentu saja," sambungnya.

Pelanggaran kedua menurut Imam adalah melakukan konspirasi dengan salah satu suplayer, hal tersebut terbukti dengan adanya salah satu grup WhatsApp agen Kecamatan Batang-Batang yang dibuat oleh TKSK

"Kami menemukan salah satu suplayer masih menjadi anggota grup whatsapp agen batang batang yang didalamnya beranggotakan, agen e warung, pihak kecamatan, kapolsek dan TKSK, jadi kami mempertanyaan kapasitas suplayer tersebut sebagai apa." pungkasnya. (hm/shaf)

Posting Komentar

0 Komentar