Kenang 40 Hari KH. Ahmad Bagja, DPP Garda Pemuda NasDem Gelar Do'a Bersama

Moh. Haerul Amri, Sekretaris DPP Garda Pemuda NasDem
Surabaya | Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Garda Pemuda NasDem gelar Acara Mengenang 40 Hari Wafatnya Sang Guru Pergerakan KH. Ahmad Bagja dan Sarasehan Pemuda di Rumah Makan Agis Jl. Raya Wisma Pagesangan No.197, Pagesangan, Jambangan, Surabaya pada minggu (15/03/2020) siang.

Acara tersebut dikemas dengan Tahlil Bersama dan Dialog Kepemudaan bertajuk "Melawan Intoleransi, Merawat Kebhinekaan, Menjaga NKRI".

Sejumlah tokoh senior kelompok Cipayung turut hadir sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut, diantaranya M. Nabil (HMI), Daniel Rohi (GMKI), Antonius Sumitomo (PMKRI), Mujahid Anshori (Mantan Ketua IKA PMII Jatim) Dr. H. Suis Qoim Abdullah (Dosen Pascasarjana Uinsa), Firmansyah Ali (IKA PMII Jatim).

Sekretaris DPP Garda Pemuda NasDem Moh. Haerul Amri atau yang akrab disapa Gus Aam mengatakan bahwa banyak sekali sikap teladan dari seorang KH. Ahmad Bagja sehingga menjadikan beliau sebagai tokoh lintas zaman yang disegani seluruh lapisan masyarakat.

"Salah satu bukti bahwa beliau (KH. Ahmad Bagja, red) disegani ya ketika diminta mendampingi Gus Dur menjadi Sekretaris Jenderal PBNU Pasca Muktamar di Krapyak (Jogjakarta)" Ujar Gus Aam kepada wartawan usai acara.
Gus Aam menambahkan bahwa KH. Ahmad Bagja juga menjadi salah satu figur sentral diantara aktivis kelompok Cipayung ketika masih aktif menjadi mahasiswa. Salah satunya ketika penolakan Pembangunan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang dirasa dalam proses pembebasan lahannya sangat jauh dari prilaku kemanusiaan. Gus Aam juga sangat meneladani keikhlasan dan totalitas KH. Ahmad Bagja kala itu.

“Saat banyak aktivis mahasiswa ditahan (akibat menolak Pembangunan TMII), beliau dengan lantang bersuara kepada pemerintah untuk membebaskan mereka, dan sebagai gantinya beliau rela ditangkap” terangnya

Gus Aam juga mengaku bahwa KH. Ahmad Bagja merupakan sosok yang sangat ramah, bahkan ia belum pernah melihat KH. Ahmad Bagja marah kepada yuniornya.

"Selama (diskusi) dengan saya pada 10 tahun belakangan ini, beliau tak pernah terlihat marah. Sifat inilah yang harus bisa kita teladani” Pungkasnya. (ba/mh)

Posting Komentar

0 Komentar