Terhimpit Kebutuhan Ekonomi, Ibu Dua Anak Ini Nekad Edarkan Sabu

Tersangka pengedar sabu, SA. Ibu dua anak asal Pandaan Pasuruan.
Pasuruan | Pekerjaan terlarang terpaksa dilakukan SA (35), ibu rumah tangga asal Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Ia diamankan petugas karena kedapatan menjual sabu. 

Hal itu ia lakukan karena tidak mendapatkan nafkah layak dari suami. Sementara dia harus mencukupi kebutuhan dua anaknya yang masih kecil.

"SA kami amankan dengan barang bukti sabu seberat 0,85 gram. Yang bersangkutan sudah dua kali mengedarkan, yang kedua kami amankan," kata Komandan Polisi (Kompol) Hendi Kurniawan, Wakapolres Pasuruan pada Kamis (19/3/2020).

Hendi mengatakan bahwa setelah diperiksa SA mengaku mengedarkan sabu karena desakan ekonomi dan jarang di nafkahi oleh suaminya yang bekerja di Surabaya.

"Pengakuannya karena suaminya secara ekonomi kurang, kemudian ia masuk dalam jual-beli narkoba. Dia transaksinya di rumah. Suaminya tahu istrinya mengedarkan sabu" terang Hendi.

Sementara itu, SA mengaku harus memutar otak untuk mendapatkan uang demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga sementara suaminya tidak memiliki pekerjaan tetap.

Wanita berusia 35 tahun ini juga mengaku bahwa ditengah himpitan kebutuhan hidup, ia terjerumus kedalam jaringan narkoba. Seorang teman yang tidak lama dikenal menawarinya untuk menjual sabu.

"Saya dititipi, terus saya jual," kata SA.

Namun apes, baru beberapa hari beroperasi mengedarkan sabu, ia keburu diciduk polisi. padahal, SA mengaku baru sekali menerima komisi Rp 50 ribu dari 1 gram sabu yang ia jual.

"Baru dua kali. Yang kedua ditangkap," ujarnya.

Akibat perbuatannya, SA terancam harus berpisah dengan kedua anaknya dalam waktu lama. Polisi menjeratnya dengan pasal 112 ayat 1 dan Pasal 114 ayat 1 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman kurungan minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun. (lm/ip)

Posting Komentar

0 Komentar