Warga Ponorogo di Kepung Longsor Korban Mencapai Puluhan Jiwa

Petugas BPBD Membantu Membuat Jalur Evakuasi Warga
Ponorogo | Musibah longsor yang menimpa Desa Tugurejo Kecamatan Slahung pada Rabu (4/3) meluas, kini warga sekitar mulai di ungsikan dengan total ada 35 jiwa dan 14 KK.

"Ada penambahan retakan baru, di sebelah barat," tutur Kades Tugurejo Siswanto saat dihubungi Wartawan, Selasa (10/3/2020).

Lebih lanjut Siswanto mengatakan warga terdampak mengungsi ke rumah saudaranya, pasalnya banyak yang tidak mau memakai tenda pengungsian.

"Mereka memilih ke rumah saudara, kalau ditempatkan di satu titik terus pakai tenda gitu mereka tidak mau. Biasanya pagi balik ke rumah, malam baru ke pengungsian. Daripada seperti itu akhirnya diungsikan ke rumah saudaranya beserta barang berharganya jadi biar nggak balik," terang Siswanto.

Siswanto menambahkan bahwa di sekitar lokasi setiap hari selalu ada guguran dari retakan tanah. Kondisi ini semakin diperparah karena adanya sumber air yang cukup besar di sekitar lokasi retakan.

"Setiap hari ada semacam guguran, ada penambahan retakan, itu yang bikin khawatir," ujar Siswanto.

Selain membantu mengevakuasi warga Siswanto terus memastikan kesehatan dan kebutuhan logistik warganya setiap hari.

"Setiap pagi ada pemeriksaan, kalau ada warga yang mengeluh sakit langsung kami antar ke puskesmas pembantu yang jaraknya 1 kilometer, kebutuhan logistik seperti makanan atau pakaian kami perhatikan," kata Siswanto.

Setyo Budianto Selaku Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo mengatakan pihaknya terus mengoptimalkan pos pantau. Ada 10 orang yang berjaga, terdiri dari 2 orang BPBD, 8 orang Destana Slahung dan warga.

"Petugas tersebut berjaga 24 jam, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," papar Budi.

Budi menambahkan retakan tanah tersebut bergeser lebar 20 hingga 25 cm dengan kedalaman 5 meter. Khawatirnya jika retakan tanah tersebut terkena air hujan bisa membawa dampak longsor untuk warga yang ada dilereng gunung.

"Saat ini luas tanah yang longsor milik perhutani 0,25 hektar dan luas tanah masyarakat yang longsor 0,20 hektar," pungkas Budi. (in/mh)

Posting Komentar

0 Komentar