Bupati Busyro Beberkan Rahasia Mengapa Sumenep Masih 'Kebal' Corona, SETUJU?

Bupati Sumenep, Busyro Karim (Bawah) bersama Bupati Sampang dalam video teleconference dengan Gubernur Khofifah
Surabaya | Selain Kabupaten Sampang, Sumenep juga menjadi salah satu dari Dua daerah di Jawa Timur (Jatim) yang hingga kini masih berstatus zona hijau alias kebal corona atau covid-19, apa saja rahasianya?

Dalam video teleconference dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Bupati Sumenep A. Busyro Karim beberkan rahasia keberhasilan daerahnya selama ini dalam mengantisipasi covid-19. Yang pertama, kata Busyro adalah tentu saja pihaknya beserta masyarakat Sumenep melaksanakan aturan ketat.

"Semua yang datang di-screening dilihat kesehatannya. Di antaranya yang mudik. Yang kedua kami Juga menjamin keselamatan" Kata Bupati Busyro kepada Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (11/4)

Masyarakat Sumenep menurut Busyro mempunyai kesadaran yang tinggi dalam mentaati aturan. Buktinya adalah dengan selalu mematuhi semua imbauan dari pemerintah maupun tokoh masyarakat atau tokoh agama.

"Ada kesadaran masyarakat karena ada imbauan dari kami maupun dari tokoh masyarakat setempat. Seperti ada pesta pernikahan itu sebaiknya ditunda dulu," Terangnya.

Tak cukup disitu, Kabupaten Sumenep menurut Busyro juga didukung dengan kebijakan seperti Desa Siaga covid-19 yang antisipasitif dalam kesiapan menghadapi penyebaran covid-19. Salah satunya dengan membuat bilik sterilisasi dan stok masker yang dibuat secara mandiri.

"Kami membuat program Desa Siaga covid-19. Yakni dengan membuat masker dan semacamnya juga produksi di Sumenep sendiri. Kami juga pesan 500 bilik sterilisasi," Imbuhnya.

Namun, selama penanganan penyebaran covid-19 di Sumenep, Busyro mengaku juga memiliki berbagai tantangan, seperti menghadapi penolakan warga yang datang dari luar Sumenep untuk diisolasi selama 14 hari.

Pihaknya menyebut bahwa hal itu berhasil diatasi dengan memanfaatkan tokoh desa untuk melakukan pendekatan persuasif ke masyarakat.

"Ada 82 diisolasi. Biasa, ada yang menolak tapi setelah dibujuk juga mau setelah para tokoh desa menyakinkan masyarakat," Pungkasnya. (az/shaf)

Posting Komentar

0 Komentar