Ini Kata Ketua Tim Kewaspadaan Covid-19 Sumenep Terkait Kabar Warga Lenteng Positif Corona

Ilustrasi Covid-19 (Foto : dok. Istimewa)
Sumenep | Warga Sumenep tengah dihebohkan dengan kabar salah seorang warga asal Kecamatan Lenteng yang positif Covid-19 setelah tiba dari Jakarta.

Dengan cepatnya, kabar tersebut menyebar melalui pesan berantai dalam grup sosial media WhatsApp (WA). Yang lebih menghebohkan lagi, kabar tersebut juga dilengkapi dengan foto tim medis yang mengenakan Alat Pelindung Diri (APD), bahkan ada yang disertai dengan cuplikan video.

Dalam pesan berantai tersebut bahkan salah satunya menyebutkan bahwa warga asal Banaresep Timur tersebut Sudah 17 hari dari perantauan Jakarta dan sempat memeriksakan diri ke dokter spesialis berikut periksa di laboratorium di Pamekasan.

Dalam chatting lainnya disebutkan bahwa hasil pemeriksaan terhadap warga Lenteng tersebut menyatakan positif corona, bahkan saat ini sedang dilakukan penjemputan paksa.

Ketua Tim Kewaspadaan Covid-19 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Moh. Anwar Sumenep, dr. Andre Dwi Wahyudi angkat bicara dan menjelaskan bahwa yang bersangkutan datang dari Jakarta pada 17 maret lalu dan merupakan Orang Dalam Pantauan (ODP) yang telah lepas masa observasinya

"akan tetapi, Yang bersangkutan memiliki penyakit penyerta, tapi mohon maaf, kami tidak bisa menyebutkan apa penyakit penyerta itu, Itu rahasia medis” Ujarnya pada, Senin (6/04).

dr. Andre Dwi Wahyudi belum bisa memastikan apakan yang bersangkutan positif corona atau tidak, oleh karenanya, ia meminta masyarakat untuk tidak panik dan tidak serta merta mempercayai begitu saja informasi tentang corona di media sosial sampai terbitnya informasi resmi dari pemerintah.

Meski demikian, Ia juga meminta masyarakat agar tetap waspada terhadap Covid-19 dan bekerja sama dengan pemerintah untuk mencegah penularannya dengan diam dirumah dan bijak dalam menggunakan media sosial.

“Tetap harus waspada, tapi tidak boleh panik. Semua pihak harus bekerja sama bahu membahu untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Harus diputus mata rantainya. Salah satunya, dengan diam di rumah saja,” Pungkasnya. (az/shaf)

Posting Komentar

0 Komentar