Pemkab Akui Penyaluran Bantuan Sembako di Sidoarjo Molor

Kepala Dinsos Kabupaten Sidoarjo, Tirto Adi
Sidoarjo | Penyaluran bantuan sembako oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kepada 135 ribu warga terdampak virus Corona molor dari target yang ditentukan. Dari 18 kecamatan, ada 4 kecamatan yang belum menerima bantuan.

Kepala Dinas Sosial Sidoarjo Tirto Adi mengakui molornya penyaluran bansos karena singkatnya waktu dan banyaknya penerima. Bantuan tersebut seharusnya selesai pada Sabtu (25/4).

"Hari ini masih di 14 kecamatan yang tersalurkan. Tinggal 4 kecamatan yang belum selesai. Insyaallah tanggal 30 April sudah tersalurkan semuanya," kata Tirto kepada wartawan di Gedung DPRD Sidoarjo, Rabu (29/4/2020).

Menurut Tirto, bansos yang disalurkan kepada 135 ribu warga itu dalam bentuk sembako senilai Rp 150 ribu. Sedangkan untuk 24 ribu KK yang tidak tercatat di Dinsos saat ini masih proses dari Kemensos untuk mendapatkan bantuan sosial tunai (BST).


"Sedangkan data yang 20 ribuan lebih masih tahap proses verifikasi validasi dari Kemensos, mudah-mudahan dalam waktu dekat dapat terselesaikan. Kalau bantuan dari APBD yang kemarin itu Rp 150 ribu dalam berbentuk sembako," Papar Tirto.

Sebelumnya, menjelang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) , Pemkab Sidoarjo menyebut sudah membagikan bansos bagi warga terdampak virus Corona di wilayahnya. Bantuan itu diberikan ke 135 ribu KK yang tercatat di Dinas Sosial dan 24 ribu KK yang tak tercatat.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sidoarjo Nur Achmad Syaifuddin mengatakan, bansos berupa sembako itu sudah didistribusikan ke masyarakat yang berjumlah 135 ribu KK. 

"Selain itu nantinya ada 24 ribu KK yang tidak masuk data di Dinas Sosial akan diberikan sembako. Pemberian sembako dilakukan selama dua bulan," kata Nur Achmad kepada wartawan di Pendopo Delta Wibawa, Senin (27/4). (md/mh)

Posting Komentar

0 Komentar