Kritik Raperda RTRW Sidoarjo, Tri Endroyono : Harusnya Petani Diberdayakan

Tri Endroyono, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo | Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Tri Endroyono, S.Pd kritik Rencana Revisi Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2009 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Sidoarjo Tahun 2009-2029 yang sedang digagas oleh DPRD Kabupaten Sidoarjo.

Ia mengatakan, pengurangan luasan lahan pertanian tanam dan luasan lahan tambak (perikanan) dalam draft Raperda RTRW tersebut kontradiktif serta jauh dari perlindungan dan pemberdayaan petani padahal Sidoarjo terkenal dengan julukan Kota Delta.

"Kontradiktif sekali, harusnya petani diberdayakan ini malah mau dipangkas luasan lahannya" katanya, Rabu (01/07/2020).

Tri Endroyono menegaskan bahwa Raperda tersebut bukan hanya mengancam para petani tetapi juga tidak sesuai dengan hierarki peraturan perundang-undangan dan bertentangan dengan peraturan diatasnya yakni Perda Provinsi Jawa Timur No. 5 Tahun 2012 Tentang RTRW Provinsi Tahun 2011-2031.

"Adapun kalau terpaksa ya kon ngijoli mas (adapun kalau terpaksa ya suruh ganti mas), jadi 12.205,82 dari Eksisting 13.544,07 itu sama sekali tidak boleh dikurangi" Imbuhnya

Menurutnya pengurangan luasan lahan dalam draft revisi Perda RTRW hanya akan memberikan ruang yang semakin luas terhadap kepentingan komersial dan akan sangat merugikan kepentingan swasembada pangan dan petani di Sidoarjo.

"Nanti juga bisa menimbulkan gejolak konflik antar buruh, petani dan lainnya" Tuturnya.


Sebagai kader PDI Perjuangan, ia juga menginginkan agar anggota DPRD dari Fraksi PDI-P berkomitmen memperjuangkan luasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di kabupaten Sidoarjo yang ditetapkan dalam Perda provinsi No. 5/2012 supaya dilindungi dengan menciptakan produk hukum agar masalah peralihan fungsi lahan tidak terjadi lagi.

"Harus diperjuangkan supaya terlindungi, karena ketahanan pangan di Sidoarjo sangat penting, masak setiap lima tahun melorot terus" tegasnya.

Selain itu, Wakabid Kaderisasi dan Ideologi DPC PDIP itu menambahkan, harusnya lahan yang ada juga dilengkapi dengan infrastruktur pertanian yang menunjang dengan memanfaatkan teknologi.

"Dan pengairan serta irigasinya juga harus diperbaiki, saya rasa itu akan memberikan dampak bagi hasil pertanian yang makin melimpah, dan tentunya petani akan sangat terbantu dengan itu" Pungkasnya.

Diketahui sebelumnya pada Peraturan Daerah Kabupaten Sidoarjo No 6 Tahun 2009 menyebutkan Luasan lahan sawah untuk pertanian tanam sebesar 13.544,07 Ha. dan Luasan Lahan tambak (Perikanan) sebesar 13.349,13 Ha. Sedangkan dalam Draft Raperda RTRW Sidoarjo 2020 menyebut Luasan lahan sawah untuk pertanian tanam sebesar 7.154,26 Ha. dan Luasan Lahan tambak (Perikanan) sebesar 11.594,39 Ha. (md/mh)

Posting Komentar

0 Komentar