Tolak Raperda RTRW Sidoarjo, Fraksi PAN-PPP : Revisi Perda Provinsi Bukan Satu-Satunya Alasan

Bangun Winarso, Anggota Fraksi PAN-PPP DPRD Sidoarjo
Sidoarjo | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Sidoarjo nampaknya juga secara terang-terangan menolak Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh H Dzul Himam, ketua DPD PAN Sidoarjo. Pihaknya mengaku tidak menyetujui jika Raperda tersebut dibahas lebih lanjut atau bahkan ditetapkan menjadi sebuah Perda. 

Dzul Himam yang merupakan salah satu Tokoh kharismatik Muhammadiyah menjelaskan bahwa pengurangan lahan dalam Raperda RTRW itu hanya akan berdampak buruk kepada petani dan buruh, sehingga menurutnya pembahasannya tidak perlu dilanjutkan.

"Dan jelas PAN menolak, itu sudah hasil rapat dengan fraksi" Tegas H. Dzul Himam pada senin 6/7.

Sementara itu, Bangun Winarso, salah seorang kader DPD PAN Sidoarjo membenarkan Ucapan H. Dzul Himam yang tidak menyetujui rencana revisi Perda no. 6/2009.

Sosok yang juga merupakan anggota DPRD Sidoarjo Fraksi PAN-PPP itu menjelaskan bahwa ada potensi cacat hukum jika revisi Perda tetap dilaksanakan.


Ia melanjutkan bahwa apabila yang melatarbelakangi rencana revisi Perda RTRW Sidoarjo hanya karena provinsi juga merevisi Perda yang sama, harusnya itu bukan satu-satunya alasan yang digunakan eksekutif untuk mengajukan revisi.

"Padahal kondisi dilapangan sudah sangat berbeda" Ujar Pak Bangun saat dikonfirmasi terpisah pada Senin (6/7) malam.

Pak Bangun, sapaan karibnya, menegaskan bahwa revisi Perda RTRW dapat dilakukan ketika perubahan substansinya sudah ditetapkan oleh kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN).

"jika revisi RTRW dilakukan sebelum perubahan subtansi ditetapkan oleh kementrian ATR, tentunya bisa cacat hukum" Tegasnya.

Karenanya, Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo itu mengaku dengan tegas tidak menyetujui perubahan atas Perda nomor 6 tahun 2009 tentang RTRW Sidoarjo.

"mohon maaf, saya tidak setuju" Tutupnya (md/mh)

Posting Komentar

0 Komentar