Tuhasbirullah Sebut Polsek Prenduan Gagal Laksanakan Tugas Sebagai Penegak Hukum

Khairul Kalam, Pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) JCW
Sidoarjo | Kasus pencurian ayam dan pengrusakan kandang ayam petelur milik Tuhasbirullah yang terjadi pada tanggal (15/4/2020) dan telah dilaporkan ke Mapolsek Prenduan Sumenep sejak tanggal 23 April 2020 hingga saat ini belum menemukan kepastian hukum.

Tuhas, begitu sapaannya, Merasa dirinya dipermainkan dan menganggap Mapolsek Prenduan tidak serius dalam melakukan penanganan hukum terhadap kasusnya, ia lalu menggandeng Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mastanel dan LSM Jatim Corruption Watch (JCW) Jawa Timur.

Menurutnya, Kinerja Polsek Prenduan sangat terbilang bobrok dan terlalu lamban menangani kasus. Karenanya Tuhas kemudian menuding Polsek Prenduan gagal melaksanakan tugasnya sebagai penegak hukum.

"Ya gimana ga gagal, menangani kasus yg sudah jelas gini aja ga becus, begini ini kan saya rugi berkali-kali" ujar Tuhas kepada berandajatim (16/08)

Sementara itu, Khairul Kalam selaku Tim Investigasi LSM JCW mengatakan bahwa terlapor kasus pencurian ayam dan pengrusakan kandang milik Tuhasbirullah seharusnya sudah bisa ditetapkan sebagai tersangka, karena laporan Tuhasbirullah ke Polsek Prenduan sudah memenuhi unsur pidana.

“kan Buktinya sudah jelas dan saksinya juga ada, Maka tidak mungkin jika sampai saat ini belum ada tersangka, Kecuali ada hal lain dibalik itu” Kata Khairul Kalam (15/08).

Setelah berkoordinasi dengan Kapolsek Prenduan, Khairul, sapaannya, menjelaskan bahwa kasus yang merugikan Tuhas hingga ratusan miliar rupian itu masih dalam proses tahap penyelidikan.

“masih proses katanya, tidak tahu proses apa,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Khairul dan timnya akan segera mengirim surat kepada Polres Sumenep agar sesegera mungkin melakukan gelar perkara, karena menurutnya, Proses Hukum yang dilakukan Polsek Prenduan tidak sesuai dengan SOP.

“Nanti kami minta gelar perkara, dengan Polsek juga, sebab saya meyakini bahwa hal itu (proses hukum) tidak sesuai SOP,” Pungkasnya. (mj/shaf)

Posting Komentar

0 Komentar